48. AL WADUD (Dzat Yang Maha Mengasihi) Asma’ Al Wadud ini terkait dengan asma’ Al Mujib, Al Wasi’u dan Al Hakim. Dari ketiga asma’ inilah sebagai dasar pertimbangan terkabulnya do’a. Karena Allah Ta’ala adalah Dzat Yang Maha Mengasihi sehingga apapun yang Allah Ta’ala berikan pasti yang terbaik dan selalu menginginkan yang terbaik bagi hamba-hambaNya. Karena tidaklah mungkin seorang kekasih akan memberikan sesuatu yang akan mencelakakan kekasihnya. Allah Ta’ala sangat mengasihi hamba-hambaNya, sehingga apabila do’a-do’a hambaNya dikabulkan justru akan mencelakakannya dan menjerumuskannya kedalam neraka, maka do’a tersebut tidak akan dikabulkan atau ditunda sampai batas waktu tertentu. Tidak terkabulnya suatu do’a bukan berarti Allah Ta’ala tidak mengasihinya, akan tetapi justru itu merupakan kasihNya. Karena Dia tidak ingin hambaNya tertimpa mudhorat. Ibaratnya ada seorang ibu yang tidak mau memberi pisau kepada anaknya yang masih kecil, walaupun anaknya menangis meminta pisau untuk bermain. Si ibu tidak mau memberi karena kasihnya kepada anaknya dan takut apabila diberi anaknya bisa tergores. Sedangkan Allah Ta’ala adalah Dzat Yang Maha Mengasihi hamba-hambaNya, melebihi kasihnya ibu terhadap anaknya. Apabila seseorang tidak ridho dengan ketentuan Allah yang diberikan kepadanya, sudah barang tentu keempat Asma’ ini dia ingkari dan akan lepaslah keimanannya. Tidak terkabulnya suatu do’a bukan berarti Allah tidak mengasihinya, akan tetapi justru karena kasihNya. Karena Dia tidak ingin hambaNya tertimpa mudhorat. Sebagai contoh, seorang ibu melarang anak kecilnya bermain api. Pelarangan tersebut karena si ibu takut anaknya terbakar, karena kasihnya pada sianak. Sedangkan Allah lebih kasih (Maha) dari seorang ibu kepada anaknya. A. Sisi Tafakkurnya Seberapa banyak kita kecewa dan tidak menerima pemberian Allah Ta'ala, karena menurut kita pemberian itu tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan? Padahal pemberian Allah Ta'ala itu adalah mengajak kita untuk semakin dekat kepada-Nya, bukan menjauhkan kita dari-Nya. Karena tidaklah mungkin sesorang kekasih memberikan racun kepada kekasihnya. B. Contoh Do’a Dari Sisi Keimanan Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang merasakan kasih sayang-Mu kepada kami, sehingga tidak menjadikan kami kecewa atas do’a-do’a kami yang tertunda pengabulannya. C. Sikap Orang Beriman Orang-orang yang beriman sangat yakin bahwa Allah Ta'ala sangat mengasihinya, sehingga tidak mungkin Allah Ta'ala akan mencelakakannya. Oleh sebab itu apapun yang diberikan Allah Ta'ala kepadanya, dia yakin itu adalah yang terbaik bagi dirinya. D. Sikap Orang Bertaqwa Orang-orang yang bertaqwa sangat merasakan kasih sayang Allah Ta'ala yang begitu besar kepadanya. Sehingga apabila do’anya belum dikabulkan, sedikitpun tidak ada rasa kecewa didalam hatinya. Apapun yang diberikan Allah Ta'ala kepadanya, dia selalu berbaik sangka kepada Allah Ta'ala. Karena dia yakin Allah Ta'ala selalu memberikan yang terbaik kepadanya. E. Contoh Do’a Dari Sisi Ketaqwaan Ya Allah, bantulah kami agar kami tidak berburuk sangka kepada-Mu yang menyebabkan kami terjerumus kedalam dosa. F. Sikap Orang Bertawakkal Orang-orang yang bertawakkal akan menyerahkan segala sesuatunya kepada Allah Ta'ala. Karena dia yakin bahwa apapun yang diberikan oleh Allah Ta'ala kepadanya adalah bentuk kasih sayang Allah Ta'ala yang begitu besar kepadanya. Hidup ini ada empat sikap yang harus kita lakukan dalam mensikapi pemberian atau hukum-hukum Allah Ta'ala. Yaitu sabar, syukur, taqwa dan tawakkal. 1. Apabila diberi balak, maka kita harus bersabar. Karena didalam balak tersebut ada kasih sayang Allah Ta'ala. Agar supaya manusia dapat ditingkatkan imannya (kedudukannya). Karena untuk meningkatkan keimanan harus melalui proses ujian. 2. Walaupun banyak sekali dosa dan kesalahan yang kita lakukan, Allah Ta'ala tetap memberikan nikmat kepada kita. Oleh sebab itu kita harus bersyukur. 3. Dengan kasih sayang Allah Ta'ala, kita harus bertaqwa (menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala laranganNya), agar kita bisa terlepas dari kemudhoratan. 4. Dengan kasih sayang-Nya Allah Ta'ala tetapkan yang terbaik. Oleh sebab itu kita harus bertawakkal kepada-Nya. G. Sikap Orang Mukhlis Dia betul-betul merasakan dikasihi oleh Allah Ta'ala, sehingga apapun yang diberikan Allah Ta'ala kepadanya dia terima dengan ikhlas. Dan apapun yang diberikan Allah Ta'ala kepadanya, membuatnya semakin sayang dan semakin cinta kepada Allah Ta'ala. Sehingga apapun yang dia terima akan dia pakai sebagai sarana untuk membuktikan cintanya kepada Allah Ta'ala dengan melakukan ketaqwaan kepada-Nya. H. Sikap orang-orang yang telah meneladani Asma’ Al Wadud Apabila sudah menjadi kholifah, maka ia merasa yakin bahwa Allah Maha Mengasihi dan tidak mungkin Allah akan mencelakakan kekasihnya. Ia yakin bahwa Allah tidak akan pernah mendzolimi hamba-hambaNya, karena Allah menginginkan semua hamba-hambaNya menjadi baik. Kemudian terhadap sesama manusia, ia selalu berbelas kasih dan tidak pernah berusaha untuk mendzolimi orang lain. I. Contoh do’a bagi yang ingin meneladani Asma’ Al Wadud Ya Allah, jadikanlah kami perantara-perantaraMu untuk mengasihi manusia dengan memilihkan waktu bagi apa yang dapat kami berikan kepada mereka, sehingga pemberian kami tersebut tidak memudhoratkan mereka. Agar manusia dapat melihat bahwa tertundanya keinginan mereka tersebut, karena apabila disegerakan akan memudhoratkan mereka, sehingga mereka dapat merasakan bahwa segala sesuatunya itu adalah kasih sayang-Mu kepada mereka.